Inflasi Tertahan Penguatan Rupiah

Wisnoe Moerti, Jurnalis
Rabu 25 Mei 2011 16:14 WIB
Ilustrasi: Grafik
Share :

JAKARTA - Tekanan  inflasi tahun ini diprediksi dapat terkendali dengan kontribusi dari penguatan nilai tukar mata uang rupiah.

Pengamat Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam menilai, kontribusi penguatan rupiah cukup besar dalam menekan laju inflasi tidak setinggi tahun lalu. Berdasarkan perhitungannya, tahun ini tekanan inflasi akan berada di kisaran enam persen hingga titik tertingginya mencapai 6,5 persen.

Menurutnya, penguatan rupiah sangat besar pengaruhnya untuk menekan imported inflation. Pasalnya, 70-80 persen barang modal dan bahan baku yang diimpor untuk sektor industri.  “Dengan demikian harga impor lebih murah, dan ini kemudian meng-offset kenaikan harga minyak. Sehingga dari sisi inflasi memang penguatan rupiah sangat signifikan menurunkan tensi inflasi,”  tegas Latif di Jakarta, Rabu (25/5//2011).

Namun, penguatan rupiah, bukanlah faktor terpenting yang mendominasi tekanan inflasi. Ketersediaan stok pangan merupakan bobot yang cukup besar untuk menekan laju inflasi. Menurutnya, yang terpenting dan memberikan kontribusi terbesar dari tekanan inflasi adalah pangan. “Penguatan rupiah tidak cukup mengendalikan inflasi kalau tidak dibarengi dengan management stok pangan,” tandasnya.

Sekadar diketahui sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Keuangan merevisi asumsi makro dalam APBN 2011. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, langkah awal untuk merevisi target pertumbuhan ekonomi nasional dan asumsi makro lainnya adalah memperhatikan berbagai perkembangan terkini kinerja perekonomian dan keuangan, baik skala global maupun domestic.

Laju inflasi kumulatif sampai dengan triwulan I-2011 menjadi 0,70 persen year to date (ytd). Potensi tekanan inflasi tahun ini diperkirakan masih bersumber pada kenaikan harga pangan dan energi yang terjadi baik di pasar internasional maupun dalam negeri. Namun, pemerintah dan BI terus berupaya memperkuat sinergi kebijakan diskal, koneter dan sektor riil di tingkat pusat dan daerah untuk mengendalikan inflasi. Berdasarkan perkembangan ekonomi domestik dan internasional laju inflasi tahun 2011 diperkirakan sekitar enam persen.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya