JAKARTA - Target inflasi yang dipatok pada level antara 3,5-5,5 persen pada tahun 2012, dipandang terlalu optimistis dan terlalu rendah mengingat perekonomian dunia dan Indonesia masih dibayangi gejolak harga minyak dunia yang diperkirakan bakal terus meningkat.
Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Firmanzah mengungkapkan, persoalan yang dihadapi Indonesia dan beberapa negara dikawasan Asia adalah tekanan inflasi. Persoalan yang akan dihadapi pada tahun 2012, kata dia, hampir sama dengan persoalan yang dihadapi tahun ini, yakni harga minyak dunia dan kekhawatiran gejolak harga pangan. “Jadi saya pikir terlalu optimistis kalau targetnya 3,5-5,5 persen,” tegas Firmanzah di Jakarta, Kamis (26/5/2011).
Dia mengatakan, tekanan inflasi masih akan mewarnai perekonomian dunia, khususnya negara dikawasan Asia yang memimpin pemulihan ekonomi dunia. Isu utama mengenai ketahanan energy dan ketahanan pangan, akan mendorong tekanan inflasi meningkat. Firmanzah memperkirakan, harga minyak masih akan tinggi di tahun 2012. Pemerintah dan DPR perlu mempertimbangkan kondisi ini dalam pembahasan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012.
Terlebih, kata dia, batalnya rencana penerapan kebijakan pembatasan BBM tahun ini dan kemungkinan akan dilaksanakan pada tahun 2012, akan memicu tekanan inflasi lebih besar. “Saya rasa, kalau bisa mencapai 5,5 persen dengan kondisi dan tantangan yang ada, itu sudah cukup bagus,” tandasnya.
Menurutnya, salah satu langkah untuk menahan tekanan inflasi adalah memperkuat ketahanan pangan dan energy. Dari sisi ketahanan pangan, persoalan distribusi pangan dalam negeri perlu terjaga dengan baik agar stabilitas harga bisa dikendalikan.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pada level 6,5-6,9 persen, Firmanzah optimistis target tersebut bisa dicapai. Kondisi dan perkembangan ekonomi dunia turut serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, mesin pertumbuhan ekonomi mulai bergerak, dan didukung dorongan dari arus modal asing yang masuk ke Indonesia.
(Widi Agustian)