JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah DKI (Bank DKI) membukukan laba sebesar Rp210 miliar per Juni 2011. Jumlah ini meningkat 25,75 persen dari laba tahun lalu yakni Rp167 miliar.
Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono menyatakan, kinerja baik Bank DKI merupakan salah satu perwujudan misi Bank DKI menjadi lembaga dengan enam pilar centre of excellence.
"Keenam pilar itu adalah performance excellence, human resource excellence, good corporate goverment excellence, corporate social responsibility excellence, service excellence, dan execution excellence," kata Eko dalam media gathering di Hotel Redtop, Jakarta, Kamis (18/8/2011) malam.
Eko menambahkan, secara umum, kinerja keuangan Bank DKI mengalami pertumbuhan. Aset Bank DKI per Juni 2011 tercatat Rp18,111 triliun, naik 9,96 persen dari tahun lalu yakni Rp16,470 triliun.
Kenaikan juga terlihat pada dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun yakni Rp14,219 triliun, atau naik 1,84 persen secara year on year (yoy) yakni Rp13,962 triliun per Juni 2010. "Ekuitas kami juga tumbuh 27,11 persen menjadi Rp1,280 triliun per Juni 2011 dari Rp1,007 per Juni 2010," ujar Eko.
Pertumbuhan positif juga terlihat dari rasio keuangan. Loan to Deposit Ratio (LDR) tumbuh menjadi 65,35 persen dari sebelumnya 52,21 persen. "CAR kami meningkat di angka 10,43 persen dari sebelumnya 13,54 persen, sementara NIM kami kini 5,74 persen dari sebelumnya 5,85 persen," imbuhnya.
Per Juni 2011, BOPO Bank DKI adalah 76,04 persen dari 82,59 persen per Juni 2010. Lalu, ROA 2,61 persen dari sebelumnya 2,27 persen, ROE 30,6 persen dari sebelumnya 25,21 persen.
Dari sisi non performing loan (NPL) gross perj Juni 2011 adalah 4,09 persen dari sebelumnya 4,05 persen pada Juni 2010. Sedangkan NPL nett adalah 3,85 persen dari 1,48 persen pada periode yang sama tahun lalu.
(Widi Agustian)