"Percuma Tarif Bus Ekonomi Naik"

Genta Wahyu, Jurnalis
Kamis 23 Februari 2012 10:20 WIB
Ilustrasi. Corbis.
Share :

SOLO - Adanya rencana kenaikan tarif bus ekonomi disambut baik oleh Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Solo, meski begitu, kenaikan tersebut dinilai percuma.

“Percuma karena belakangan ini sebagian besar armada bus yang beroperasi cenderung sepi penumpang,” ujar Ketua Organda Kota Solo Joko Suprapto saat ditanya soal rencana kebijakan pemerintah menaikan tarif bus sebesar 15–20 persen, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/2/2012).

Sebagai pengusaha, menurut Joko, kebijakan itu tidak menjamin. Pasalnya, kondisi di lapangan sedang sepi. Lain halnya jika penumpang ramai, tentu kebijakan itu bagus. Namun demikian, dengan adanya kenaikkan jika dilihat dari sisi positifnya, paling tidak, bisa mendongkrak pendapatan.

“Saat ini saja, armada yang jalan, rata-rata hanya terisi sekitar 35-40 persen. Akibatnya sekarang ini banyak Perusahaan Otobus (PO) yang tidak mampu menanggung beban, akhirnya terpaksa gulung tikar,” ungkapnya.

Joko mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah menaikkan tarif bus terakhir kali pada pertengahan 2008. Saat itu, tarif batas bawah naik sebesar Rp92 per kilometer per penumpang. Sedang tarif batas atas naik Rp150 per kilometer per penumpang, dibanding tarif sebelumnya. “Sudah lama memang tidak naik,” ujarnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya