Pemerintah Targetkan 7 Juta KL BBM Tak Disubsidi

Gina Nur Maftuhah, Jurnalis
Selasa 17 April 2012 12:03 WIB
Ilustrasi. Foto: Corbis
Share :

JAKARTA - Pemerintah menargetkan dapat menghemat angka BBM subsidi sebesar tujuh juta kiloliter (kl). Oleh karena itu, pemerintah menghendaki aturan pembatasan BBM subsidi.

"Intinya kita harus menghemat karena jika baru sampai Oktober, BBM subsidi sudah habis, masa kita mau suruh semua orang pakai pertamax? Sekarang idenya kan direncanakan 40 juta kl, ditakutkan membengkak jadi 47 juta kl. Sekarang kita usahakan tujuh juta kl tidak disubsidi," ujar Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Demi menekan tingginya konsumsi BBM, pemerintah sebelumnya mewacanakan kenaikan harga BBM subsidi awal April ini. Namun, rencana ini ditolak DPR karena dalam UU APBN-P 2012, pemerintah diharuskan menunggu harga minyak mentah (ICP) berada 15 persen di atas harga asumsi makro harga minyak dunia.

"Caranya bagaimana (menghemat BBM subsidi)? Bisa saja minta yang harusnya pakai pertamax, bisa juga transfer ke gas. Kita usahakan transfer ke transportasi umum supaya pemakaian BBM berkurang. Bisa juga pakai alat penghemat BBM," tambah guru besar ITB tersebut.

Selain itu, dikatakan Widjajono, salahsatu bentuk pengendalian BBM subsidi termasuk di antaranya mencampur BBM subsidi ron 88 dengan BBM nonsubsidi ron 92 sehingga didapatkan premix dengan ron 90.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya