JAKARTA - Anggota Lembaga Pengkajian Peneliti dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Ina Primiana mengatakan, saat ini pasar domestik masih dibanjiri oleh buah impor.
"Bagaimana pemerintah merespons terhadap impor membanjiri pasar. Sebelum ACFTA impor buah sudah ada. November ke Desember 2009 naik 100 persen. Dari tahun ke tahun sangat tinggi impornya. Buah impor sangat memasyarakat. Pemberian izin impor tidak memperhatikan potensi domestik," kata Ina, di Jakarta, Selasa (5/6/2012).
Saat ini, ditambahkannya, petani buah nasional masih menghadapi sejumlah masalah seperti bea masuk nol persen yang semakin memudahkan impor.
"Persoalan klasik tapi tidak ada perbaikan konsisten. Lalu ada masalah koordinasi. Rencananya ada pelarangan impor tapi Kemendag belum berikan tanda-tanda atau peraturan jadi masih belum ada kepastian. Perlu ada penelitian kandungan gizi pangannya seperti apa," jelasnya.
Selain itu, daya saing mulai dari hulu sampai hilir, menurutnya, perlu ditingkatkan. "Ketika mereka kirimkan ke customer. Perlu ada gudang pendingin. Hal-hal seperti itu harus dilakukan," pungkasnya.