DEPOK – Meningkatnya permintaan jumlah daging sapi menjelang bulan Ramadan, membuat masyarakat berinisiatif menggelar pasar tumpah daging sapi. Salah satunya di Jalan Raya Citayam, Depok, Jawa Barat.
Harga daging sapi satu pekan lalu hanya Rp80 ribu per kilogram. Namun kini di pasar tumpah daging sapi, harga justru menemus hingga Rp85 ribu per kilogram. “Harganya sudah mencapai Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per kg. Itupun saya masih rugi. Kalau kemarin, masih Rp70 ribu hingga Rp75 ribu,” ujar salah satu pedagang daging sapi, Misran, Jumat (20/07/12).
Misran mengambil daging sapi dari Tanah Abang, Jakarta. Namun daging sapi tersebut merupakan daging sapi impor asal Australia. “Daging sapi yang saya jual ini jenisnya daging impor. Harganya sama dengan jenis daging sapi lokal. Bahkan, harga sapi lokal cenderung mengikuti yang impor,” paparnya.
Mahalnya harga daging, telah menurunkan daya beli masyarakat. Bahkan dua lapak pedagang tutup karena harga terlampau tinggi. Menurut dia, masyarakat yang dahulu membeli dua hingga hingga kg. Kini hanya setengah hingga satu kg, karena harganya terlalu mahal.
"Dari tiga lapak, kini hanya saya saja yang bertahan. Kami para pedagang enggak bisa memberi harga yang murah. Ya, saya mencoba bertahan saja jualan di sini. Syukur-syukur ada yang beli,” kata Misra.
Hari ini saja, sehari menjelang puasa, dia hanya menjual daging sapi sebanyak 45 kg. “Kemarin saya berani jual hinga sat1 kuintal. Tapi sekarang hanya jual 45 kg, karena takut enggak habis,” tambahnya.
Dia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan harga daging bisa menembus angka Rp95 ribu per kg. “Bisa saja. Tapi nggak sampai tembus Rp100 ribu kg. Biasanya jelang Lebaran. Meski mahal pembeli tetap beli. Stok akan saya perbanyak,” tuturnya
(Martin Bagya Kertiyasa)