Keterbatasan Pasokan Sebabkan Harga Daging Enggan Turun

Iwan Supriyatna, Jurnalis
Senin 03 September 2012 14:18 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat terjadi penurunan pasokan daging sebesar 20-30 persen ke industri ritel. Penurunan pasokan tersebut dikarenakan pasokan daging untuk industri ritel sedang mengalami penurunan.

"20-30 persen penurunan pasokan daging di usaha ritel membuat para pengusaha ritel daging kewalahan," ungkap Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Satria Hamid, usai halal bihalal bersama Kemendag dan jajaran pejabat Eselon I, di Auditorium Kemendag, Jakarta, Senin (3/9/2012).

Satria mengharapkan, adanya campur tangan dari pemerintah dalam mengatasi masalah pasokan daging bagi kebutuhan industri, khususnya industri ritel. "Diharapkan antisipasi pemerintah dari segi daging di sektor ritel," tegas dia.

Menurutnya, akibat pasokan daging yang mengalami penurunan, membuat harga daging dijual di kisaran harga Rp90 ribuan. Padahal, pascalebaran harga daging mampu turun cukup signifikan.

"Harusnya setelah Lebaran 30 persen harganya turun dari harga normal. Harusnya (setelah) lebaran Rp65 ribu-Rp70 ribu tetapi tetap stay di Rp90 ribuan," kata Satria.

Satria menambahkan, jika pemerintah tidak segera melakukan antisipasi pasokan daging, diperkirakan menjelang Natal harga daging akan melonjak naik. "Harus dilakukan antisipasi untuk natal dan tahun baru, kalau pemerintah tidak segera mengantisipasi pasokan daging dikhawatirkan harga akan melonjak naik," tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya