JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakinkan calon investor Amerika Serikat (AS) bahwa Indonesia negara yang tepat untuk berinvestasi.
Seperti dilansir dari Setkab.go.id, Selasa (25/9/2012), hal itu disampaikannya dalam pidatonya ketika menghadiri "Indonesia Investment Day" (IID) di New York Stock Exchange (NYSE), Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS).
"Ekonomi Indonesia tumbuh cepat sehingga tahun ini kami menjadi nomor dua di Asia, setelah Cina, dan melebihi India," kata Presiden SBY di hadapan sejumlah pemimpin perusahaan ternama AS dan CEO New York Stock Exchange Duncan L Niederauer.
Indonesia, lanjut SBY, tidak hanya memiliki sumber daya alam melimpah, sebagaimana Brasil dan Afrika Selatan, melainkan juga melakukan diversifikasi.
"Anda dapat menemukan hampir segala sesuatu di Indonesia: minyak dan gas, batu bara, panas bumi, timah, tembaga, nikel, aluminium, bauksit, besi, kakao, kopi. Di bawah bumi kami memiliki tanah minyak, begitu pula di bawah laut. Di atas tanah, kami juga punya minyak, minyak kelapa sawit," kata Presiden.
Dalam pidatonya, Presiden juga menjelaskan bahwa Indonesia merupakan kekuatan ekonomi terbesar Asia Tenggara, mencakup 34 persen PDB Asia Tenggara dan nomor 15 di dunia. Gross Domestic Bruto (GDP) Indonesia mencapai USD1 triliun.
"Kami bertekad menjadi 10 teratas pada dekade berikutnya," ucap Presiden.
IID ini dihadiri lebih dari 12 pimpinan perusahaan ternama AS, seperti dari BM, Honeywell, Cargill, Goldman Sachs, Boeing, dan General Electric.
(Widi Agustian)