Forum Asosiasi Tolak Kenaikan Tarif Listrik

Sandra Karina, Jurnalis
Rabu 17 Oktober 2012 17:17 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

JAKARTA - Sejumlah asosiasi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosiasi Nasional (Forkan) menolak rencana kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) sekira 15 persen pada tahun depan.

Adapun sejumlah asosiasi itu adalah Asosiasi Pemilik Merek Lokal Indonesia (AMIN), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Gabungan Elektronika (Gabel), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

Kemudian Asosiasi Mebel Indonesia (Asmindo), The Indonesian Iron and Steel Industry Associations (IISIA), Asosiasi Industri Sarung Tangan Karet Industri, Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP), Asosiasi Industri Kemasan, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), UKM-Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta Forum Industri Pengguna Gula (FIPG).

Ketua Umum AMIN Putri K Wardani mengatakan, kenaikan TTL menyebabkan biaya produksi melonjak. Sehingga, kata dia, bisa berdampak terhadap daya saing produk lokal.

Menurutnya, pemerintah lebih baik menghapus subsidi atas pelanggan PLN dengan daya 450-900 kWh yang jumlahnya mencapai sekira 40 juta pengguna. Apabila dihapus, maka kenaikan beban biayanya sekitar Rp4.000-5.000 per bulan. Biaya itu, kata dia, lebih murah dibandingkan biaya belanja pulsa mereka yang mencapai Rp50.000-Rp100 ribu per bulan.

"Pengaruh menaikkan TTL sekira 15 persen terhadap industri kosmetika dan jamu menyebabkan kenaikan biaya listrik sebesar 14,54 persen. Akibatnya, harga pokok penjualan (HPP) naik sebesar 14,75 persen. Dan, asumsinya, akan memacu kenaikan harga bahan baku juga," kata Putri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya