SOLO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo mengumumkan bahwa pada November 2012, tingkat inflasi kota Solo mencapai 0,2 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 124,08.
"Tingginya tingkat inflasi kota Solo pada November 2012 ini dipicu oleh naiknya kelompok harga bahan makanan. Bahan makanan memberi kontribusi inflasi sebesar 0,54 persen, terutama bawang merah dan bawang putih," ungkap Kasi Distribusi BPS Solo Herminawati, saat ditemui wartawan, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/12/2012).
Herminawati mengatakan bahwa bawang merah pada November 2012 telah menyumbang laju inflasi sebesar 0,38 persen dan bawang putih memberi andil sebesar 0,168 persen. "Kedua komoditas itu mengalami kenaikan masing-masing 56,13 persen dan 43,11 persen," jelasnya.
Pada November 2012, menurut Herminawati, komoditas beras juga menyumbang inflasi sebesar 0,037 persen, karena terjadi kenaikan sebesr 0,53 persen.
"Perubahan harga pada beras cukup berpengaruh terhadap laju inflasi di kota Solo. Apalagi kota Solo hanya sebagai kota penerima pasokan hasil pertanian, bukan daerah produsen hasil pertanian," ujarnya.
Sementara itu, kendati terjadi kenaikan pada harga daging sapi, kata Herminawati, komoditas daging sapi bukanlah penyumbang utama laju inflasi di kota Solo. Kenaikan harga daging sapi hanya menduduki peringkat ke delapan penyumbang inflasi kota Solo.
Selain bahan makanan, menurut Kasi Distribusi BPS Solo, kelompok sandang adalah penyumbang penyumbang laju inflasi kedua di kota Solo, yakni sebesar 0,44 persen. Pada kelompok sandang ini, komoditas sandal wanita adalah penyumbang laju inflasi terbesar, yakni 0,0037 persen.
Lebih lanjut Ia mengakui bahwa inflasi pada November 2012 ini, kota Solo menduduki peringkat tertinggi tingkat inflasi di Jawa Tengah. Namun, kendati tertinggi, bila ditinjau dari inflasi tahun kalender 2012, inflasi kota Solo menduduki peringkat terbaik di Jawa Tengah dengan menunjukkan angka terendah, yakni 2,56 persen.
(Widi Agustian)