Sepi Pembeli, Laba McDonalds Terendah dalam 10 Tahun

Gina Nur Maftuhah, Jurnalis
Minggu 21 April 2013 10:42 WIB
Logo McDonalds
Share :

NEW YORK - Raksasa restoran cepat saji, McDonalds mengaku pendapatannya selama kuartal satu turun karena sepinya pengunjung di Amerika Serikat. Hal ini adalah yang pertama kalinya sejak 10 tahun yang lalu.

McDonalds melaporkan laba bersihnya sekira USD1,27 juta USD (sekira Rp11,64 miliar dengan kurs Rp9.700) atau USD1,26 per lembar saham di kuartal pertama ini atau turun satu sen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Restoran ayam goreng McD yang memiliki sekira 34.400 gerai di seluruh dunia, membukukan pendapatan sebesar USD6,61 miliar (sekira Rp64,417 triliun dengan kurs Rp9.700).
 
CEO McDonalds Don Thompson menyebut sebenarnya dirinya telah memikat pengunjung dalam 10 tahun terakhir ini. Namun, secara global, penjualan restoran dengan menu andalan ayam goreng dan kentang ini terus turun satu persen sejak 13 bulan terakhir. Hal ini didorong penurunan penjualan sebesar 1,2 persen di AS. Angka penurunan ini lebih besar dibandingkan prediksi analis di 1,1 persen.

"McD membutuhkan lebih banyak produk baru. Wendys dan Burger King adalah pesaing yang lebih baik. Kompetisi berjalan baik di AS," ujar Analis Edward Jones & Co Jack Russo melansir Bloomberg, Minggu (21/4/2013)

McD, bukannya tinggal diam. Demi menarik minat pengunjung dan menarik kepercayaan konsumen, McD melemparkan McBites, sebuah sandwich ikan. Dia juga memperkenalkan menu ayam cabai manis baru dan juga breakfast sandwich dengan putih telur.

Meski begitu, indeks keyakinan konsumen di AS jatuh bulan April lalu ke titik terendah sejak sembilan bulan ke 72,3. Apalagi setelah laporan ekonomi yang menyebut ekonomi akan tumbuh lebih melambat dan naiknya  pajak pendapatan di AS.

Sebagai informasi, akhir pekan ini, saham McD turun dua persen ke USD99,92 per lembar di New York. Penurunan ini adalah yang terbesar sejak 8 November 2012.

Saingan McD, YUM! Brands Inc yang memiliki KFC dan Pizza Hut mengatakan penjualan mereka juga turun 13 persen di China Maret lalu. Mereka disinyalir menambahkan terlalu menambahkan antibiotik di menu ayam mereka.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya