JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengakui bahwa terbengkalainya proyek-proyek di luar negeri, seperti di Negara Libya dikarenakan faktor keamanan yang belum menentu.
Direktur Wijaya Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, pihaknya telah dikonfirmasi untuk kembali ke Libya untuk mengerjakan proyek tersebut.
"Kita diminta untuk kembali ke sana untuk mempelajari kondisinya, kalau dari struktur, kita dalam proses," kata Destiawan saat konferensi Pers di Gedung WIKA, Jakarta, Kamis (25/4/2013).
Destiawan melanjutkan, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah yang masih belum pasti memberikan keadaan yang kondusif atau keamanan di negara Libya.
Namun, Destiawan menegaskan bahwa seandainya tahun ini WIKA di perintahkan untuk melanjutkan pengerjaan proyek tersebut, pihaknya sudah siap untuk kembali mengerjakan proyek tersebut.
"Pemerintahnya belum fix karana keamananya, kalau tahun ini bisa masuk, ya kita masuk," jelasnya.
Sebelumnya, Wijaya Karya mengatakan akan kembali menggarap proyek-proyek terbengkalai yang ada di Libya. Penggarapan kembali proyek ini merupakan strategi perusahaan dalam pengembangan usaha di luar negeri.
"Pemerintah baru di sana (Libya) akan membangun kembali pasca konflik, kita masih melihat kondisi dan jika diberi kesempatan perseroan akan menggarap proyek-proyek kembali," kata Direktur Keuangan WIKA Gandha Kusuma saat konferensi pers di Kantornya, Cawang, Jakarta. (wan)
(Widi Agustian)