Menteri BUMN: Kajian Pembangunan Kilang Pertamina Sudah Rampung

Hendra Kusuma, Jurnalis
Kamis 22 Agustus 2013 12:52 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan
Share :

DEPOK - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan PT Pertamina (Persero) telah merampungkan pembuatan feasibility study atau uji kelayakan atas rencananya membangun kilang minyak di Indonesia.

Dapat kita ketahui, pembangunan kilang minyak ini dilakukan secara kerjasama. Di mana Pertamina bekerjasama dengan investor asing yaitu Kuwait Petroleum Corporation (KPC) dan Saudi Aramco.

"Pertamina sudah membuat FS, kita cek sudah selesai FS untuk membuat kilang minyak," kata Dahlan seusai Rapin di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (22/8/2013).

Selain itu, Dahlan mengakui dalam pembuatan FS ini tidak begitu saja mendapatkan restu dari Menteri Keuangan yang kala itu masih dijabat oleh Agus Martowardojo. Oleh karena itu, Pertamina tidak segan merangkul para profesional dalam pembuatan FS tersebut.

"Waktu itu Pak Agus minta tidak bersikap memberikan begitu saja, kalau tidak ada FS yang rinci dari Pertamina, agar FS-nya profesional, Pertamina merekrut profesional," tambahnya.

Saat ini, lanjut Dahlan, dirinya menuturkan tengah menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan terkait FS yang telah diselesaikan oleh Pertamina. Dengan pembuatan kilang di Indonesia, Dahlan berpandangan hal tersebut sebagai langkah mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Tinggal menunggu keputusan kemenkeu agar bisa disetujui atau tidak, karena ini untuk mengurangi impor BBM," tukasnya.

Sebelumnya, Pemerintah akan mendorong realisasi pembangunan kilang minyak baru tanpa mengandalkan suntikan modal dari investor asing alias pembiayaannya dari anggaran negara. Adapun, PT Pertamina (Persero) mengakui pembangunan kilang minyak yang bekerja sama dengan pihak Saudi Aramco dan Kuwait Petroleum masih terganjal dengan IRR yang diminta oleh pihak investor.

Direktur Perencanaan Investasi & Manajemen Resiko Pertamina Afdal Bahaudin mengatakan, saat ini kondisinya adalah para investor ingin investasi apabila pasokan crude atau minyak mentahnya terjamin dan margin IRR lebih besar. (wan)

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya