Tak Rentan Kekeringan, Tebu Akan Diunggulkan Indonesia

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis
Jum'at 28 Februari 2014 11:09 WIB
Ilustrasi. (Foto: Koran SINDO)
Share :

JAKARTA - The International Service for the Acquisition of Agri-Biotech Applications (ISAAA) mencatat lebih dari 90 persen atau sekira 16,5 juta petani yang menanam tanaman biotek adalah petani kecil dan miskin sumberdaya. Dari 27 negara yang menanam tanaman biotek, delapan di antaranya negara industri, sedangkan sisanya 19 negara tergolong negara berkembang.

Penulis Laporan, Pendiri dan Ketua Emeritus Dewan ISAAA, Clive James, mengatakan negara berkembang menanam lebih banyak tanaman biotek dibandingkan negara industri. Menurutnya, kekeringan merupakan faktor pembatas bagi produktivitas tanaman, diperburuk dengan perubahan iklim, tanaman yang toleran terhadap kekeringan dinilai sebagai unsur penting.

Indonesia, negara keempat dengan populasi terbesar di dunia, telah mengembangkan dan menyetujui penanaman tebu biotek toleran kekeringan yang pertama di dunia. Indonesia berencana menanam secara komersial tebu biotek pada 2014.

"Dampak dari perubahan iklim akan semakin memperluas kebutuhan terhadap teknologi ini," ujar dia dalam Seminar Global Status of Biotech/GM Crops: 2013 untuk Ketahanan Pangan, di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (28/2/2014).

Sedangkan di Amerika Serikat (AS), sekira 2 ribu petani di wilayah sentra jagung menanam sekira 50 ribu hektare (ha) tanaman jagung biotek tahan kekeringan pertama. Luasan secara global tanaman biotek telah meningkat dari 1,7 juta ha pada 1996 menjadi lebih dari 175 juta hektar pada 2013.

Selama 18 tahun sejak 1996, luasan lahan tanaman biotek meningkat lebih dari 100 kali lipat. AS berada pada urutan teratas dengan luasan 70,2 juta ha atau 40 persen dari total tanaman biotek di seluruh dunia. "Sepuluh negara terbesar yang menanam tanaman biotek selama 2013, masing-masing menanam lebih dari satu juta ha," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya