JAKARTA - PT Pertamina (Persero) ingin mengelola Blok Mahakam secara 100 persen atau mayoritas, namun tidak menutup diri untuk kembali menggandeng operator lama yakni Total E&P Indonesia dan Inpex Corporation.
Hal ini bertujuan agar tidak menurunkan produksi minyak dan gas (migas) yang diperkirakan masih memiliki cadangan sangat besar di blok yang terletak di Kalimantan Timur.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya W Yudha mengatakan, hal tersebut akan ditanya lebih lanjut ke pemerintah. Pasalnya, keputusan perpanjangan kontrak tersebut yang akan habis pada tahun 2017 belum diputuskan oleh pemerintah.
"Paling tidak standar minimumnya Pertamina harus mayoritas dan operator. Apakah konsep pengikutsertaan Total batas kisaran porsi berapa persen. Soalnya yang dikehendaki itu, Pertamina mayoritas dan operator," kata Satya di Gedung DPR, Jakarta.