Usaha Refleksi Bunuh Panti Pijat Tuna Netra di Aceh

Salman Mardira, Jurnalis
Jum'at 13 Februari 2015 06:15 WIB
Ilustrasi: Okezone
Share :

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh, Fadhil mengatakan, panti pijat tuna netra memang sulit bersaing dengan refleksi modern. Salah satu yang bisa dilakukan untuk menarik langganan, menurutnya adalah, panti pijat tuna netra perlu memperhatikan kebersihan dan fasilitas memadai.

“Orang lari ke refleksi sekarang karena kenyamanan yang diberikan di sana lebih,” ujarnya.

Fadhil menilai agar tak jadi pengemis banyak peluang bisa dimanfaatkan disabilitas selain jadi tukang pijat. Salah satunya adalah bermain di industri ekonomi kreatif. “Misalnya membuat kerajinan tangan seperti anyaman, souvenir, aksesoris,” ujarnya.

Pihaknya mengaku siap membantu promosi hasil kerajinan disabilitas kepada turis melalui hotel-hotel, swalayan dan toko-toko souvenir khas Aceh. “Asal kualitas standarnya terpenuhi,” sebut dia.

Dalam pertemuan dengan kaum disabilitas di Balai Kota Banda Aceh kemarin, Fadhil berjanji akan menyampaikan keluhan disabilitas kepada Dinas Sosial. salah satunya adalah terkait dengan pentingnya pelatihan keterampilan dan kreativitas.

(Widi Agustian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya