Para pedagang beras yang tergabung dalam Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) enggan berkomentar mengenai adanya mafia beras.
"Sebetulnya saya tidak merespons itu," jelas Ketua DPD Perpadi Nellys Soekidi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2015).
Nellys menambahkan, selain itu juga pada bulan November dan Desember, pemerintah tidak menggelontorkan beras raskin, sehingga pasokannya berkurang. "Lalu panen mundur," jelasnya.
Di tempat yang sama Ketua Umum Perpadi Soetarto Alimoeso berpendapat yang sama. Dirinya tidak menyebut adanya mafia beras terkait naiknya harga beras.
"Saya pikir tidak begitu, yang jelas di lapangan ini harusnya pada saat kekurangan pasokan. Harusnya melepas stok yang ada di Bulog. Memang Bulog itu kan didesain, direncanakan punya stok, stok ini pada saat paceklik dan supaya harga tidak terganggu, dikeluarkan," tukasnya
(Rizkie Fauzian)