Kalau dilihat, lanjut dia, komponen produk properti 30 sampai 40 persennya adalah impor. Karena pelemahan rupiah, maka harga menjadi naik.
"Di sisi lain memang suku bunga kita menurun ya. Tetapi suku bunga kita masih tinggi," ujarnya.
Jadi, tutur Hans, pelaku bisnis sektor properti di lapangan merasa bisnisnya sangat lambat. Misalkan untuk keramik, sebagai bagian dari produk turunan properti.
"Jadi penjualan turun. Sektor ini stag," imbuh dia.
(Widi Agustian)