"Dari data yang kami dapatkan, yang menerima kompensasi 70 persen bukan orang miskin. Data base itu tahun 2011, itu problematik dan baru akan diperbaiki datanya pada bulan Juli. Jadi tanpa data baru, biar berapa pun kompensasi yang diberikan, gak akan menolong rakyat miskin," imbuhnya.
Iman menyaranka, untuk kedepannya pemerintah agar tnidak berfokus pada pemberian kompensasi. Pasalnya hal itu merupakan tindakan yang percuma.
"Ke depan kompensasi ini tidak diperlukan. Pertama pemerintah ini belum punya database yang benar. Artinya pemerintah seperti hanya buang-buang uang dari helikopter," pungkasnya.
(Widi Agustian)