Lanjut Jokowi mengungkapkan, pencopotan ini juga dikarenakan ada ketidakefisienan dalam pengelolaan Pelabuhan Tanjung Priok.
"Karena kita harus ngerti, di situ ada ketidakefisienan Rp780 triliun. loading dan unloading, bongkar muat, kelamaan karena hal-hal yang bersifat dokumen. ada moragenya kapal berhenti di situ tidak bisa cepat. Ini biaya, seperti itu meninggikan biaya logistik dan transportasi," paparnya.
Jokowi pun akan mengecek semua dwelling time pelabuhan dalam waktu dekat dan dengan caranya sendiri.
"Nanti kalau sudah data itu betul-betul sudah, saya akan cek dengan cara saya sendiri. Nanti dilihat, kamu bisa lihat," tukasnya.
(Fakhri Rezy)