Hal ini diakui oleh Direktur BBM Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Hendry Ahmad. Menurut Hendry, saat ini banyak SPBU yang tutup karena mengalihkan investasi di sektor lain.
"Makanya banyak yang tutup (SPBU). Coba cek di daerah-daerah. Itu bukan bangkrut, tapi alihkan invetasi lain seperti sektor properti dan lain-lain," kata Hendry di Jakarta, Kamis (20/9/2015).
Menurut Hendry, pengusaha maupun investor enggan membangun infrastruktur hilir migas seperti SPBU di daerah karena margin yang ditawarkan pemerintah sangat kecil. Hal ini berbeda di kota-kota besar yang sudah mempunyai market sehingga dapat bertahan.
"Ini padahal tinggi skala bisnisnya. Tapi cuma diberikan margin Rp240 per liter. Apalagi investasi itu hampir Rp10-15 miliar, mending taruh uang dimana yang lebih menguntungkan," tukasnya.
(Rizkie Fauzian)