"Kedua, supaya kita punya tabungan untuk membangun listrik terluar. Supaya kita punya tabungan untuk membangun infrastruktur di daerah timur. Supaya kita punya tabungan untuk pembangunan depo-depo," jelas dia.
Seperti diketahui, Sudirman Said pernah mengatakan, Pertamina merugi sekira Rp12 triliun akibat menjual harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar di bawah harga keekonomian. Kerugian ini karena harga minyak dunia sedang naik, tetapi pemerintah tidak memberi lampu hijau untuk menaikkan harga BBM.
Hingga saat ini, Sudirman mengaku masih belum mengetahui berapa besaran yang sudah terbayar untuk ganti rugi Pertamina. "Saya harus cek ke Pertamina. Saya belum dapat laporan Pertamina," tandas dia.
(Fakhri Rezy)