Sektor kedua adalah industri pengolahan berbasis sumber daya alam. Menurut dia, sektor komoditas seperti sawit, kakao, kayu, karet serta ikan mampu tumbuh dan berkembang menopang perekonomian nasional di masa yang akan datang. Namun komoditas berbasis sumber alam tersebut harus diproses di dalam negeri terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai tambah bagi pendapatan negara.
"Maksanya saya katakan sawit bagus masa depannya, tapi nilai tambah harus jelas dan kompetitif sehingga bisa jadi sumber ekspor. Kita juga ada karet, kakao, dan kayu. Belum lagi perikanan yang bisa jadi industri masa depan, rapi harus diolah. Jadi kita fokus industri pengolahan berbasis SDA kedepannya," ungkap Bambang.
Terakhir, sebut dia adalah sektor elektronik dan otomotif. Sektor ini diprediksi akan berkembang kuat karena memiliki market yang besar di dalam negeri. Terlebih, produksi yang tinggi dan mampu ekspor ke mancanegara membuat sektor ini menjadi andalan dalam menopang perekonomian Indonesia kedepannya.
"Industri otomotif juga menjadi andalan, produk otomotif yang konsumsi domestiknya besar menjadi andalan kita selanjutnya. Mampu menyediakan permintaan dalam negeri bahkan mampu ekspor, kondisi ini menjadikan ekonomi kita seimbang," pungkas Bambang.
(Fakhri Rezy)