Top News: Cuan Saham DPUM, PLTG di Atas Kapal dan Survei World Bank

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Rabu 09 Desember 2015 05:48 WIB
Ilustrasi orang miskin. (Foto: Okezone)
Share :

Kapal tersebut akan melintasi lima wilayah yaitu Amurang, Kupang, Medan, Lombok, dan Ambon. Saat ini, kapal tersebut berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Proyek kapal pembangkit listrik ini, merupakan investasi asing langsung terbesar dalam sejarah bagi perusahaan Turki di Indonesia. Di awal pembangkit listriknya akan menggunakan minyak bakar (Heavy Fuel Oil), namun selanjutnya dikonversi untuk mengonsumsi gas.

Pasalnya, listrik merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong daya saing Indonesia. Akibatnya, di daerah-daerah yang daya saingnya tinggi memiliki ekonomi lebih baik. Bank Dunia dalam surveinya, bahkan mencatat adanya ketimpangan sosial yang cukup besar.

Sebagian besar responden menilai distribusi pendapatan sangat tidak setara dan mendesak pemerintah untuk bertindak mengatasi ketimpangan. Dalam 15 tahun terakhir, koefisien gini yang mengukur ketimpangan sebuah negara semakin membesar di Indonesia atau naik dari 30 pada tahun 2000 menjadi 41 pada 2013 hingga saat ini.

Dari penelitian yang dilakukan Bank Dunia didapat 60 persen responden mengatakan rela jika pertumbuhan ekonomi rendah asalkan ketimpangan juga berkurang. Kalangan mampu, maju jauh lebih cepat dari mayoritas masyarakat. Hal ini berisiko membuat Indonesia mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dan menyimpulkan konflik sosial apabila terlalu banyak masyarakat Indonesia tertinggal.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya