OGAN ILIR – Rumah kayu bongkar pasang atau "knock down" yang sudah ditekuni warga Desa Tanjung Batu Seberang, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan merupakan warisan terun temurun. Untuk itu, bahan baku yang digunakan adalah kayu jenis meranti dan seru atau kayu kelas dua kualitasnya sangat bagus bisa dijamin.
Menurut Alimin (65), salah satu wirausaha pembuat rumah knock down di Desa Tanjung Batu Seberang, untuk kualitas kayu terbaik yaitu jenis tembesu, namun di zaman sekarang ini susah mendapatkan jenis kayu tersebut, di samping harganya lebih mahal. Sedangkan jenis kayu seru didatangkan dari Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, dan kayu meranti dipasok dari Kota Jambi dan daerah Pampangan, Kabupaten Ogan Ilir.
Mengenai harga jual sangat beragam, seperti untuk rumah knock down ukuran 6 x 8 meter dengan satu kamar di hargai Rp65 juta per unit. Sedangkan rumah Ukuran 8 x 12 meter dengan tiga kamar dibanderol Rp145 juta per unit.
"Sementara untuk pembuatan atau pemesanan jenis gazebo (pondok kecil) ukuran 2,5x 2,5 meter Rp5 juta per unit. Pelanggan biasanya membeli rumah knock down sekaligus memesan gazebo," katanya, Jumat (25/12/2015).
Dia menambahkan, harga beli rumah tersebut sudah termasuk ongkos kirim serta upah bongkar dan pasang di tempat, sedangkan konsumen hanya menyiapkan pondasi dan tiang rumah sesuai ukuran yang dipesan.
"Ukuran tiang tersebut, biasanya kita beri gambarnya ke konsumen, sehingga saat menyetel rumah knock down posisi tiang dan kerangka rumah tepat sesuai yang diinginkan," kata Halim yang juga mantan Kepala Desa Tanjung Batu Seberang di era tahun 89-2000 ini.
(Rizkie Fauzian)