"Harga yang cukup terjangkau, jadi tak heran dagangan mereka begitu cepat ludes diserbu pembeli. Bahkan 50 porsi laku terjual setiap harinya, dan meraup omzet hingga jutaan rupiah per bulan," katanya.
Mahasiswi semester III jurusan Akuntansi ini melanjutkan, ide usaha tersebut berawal dari kegemaran anggota mengonsumsi tahu dan tempe. Selain rasanya yang lezat, harganya yang ekonomis, tahu tempe juga mengandung banyak komponen gizi yang baik bagi kesehatan.
"Kami ingin inovasi burger tahu tempe ini dapat menjadikan tahu tempe sebagai makanan tradisional yang lebih digemari masyarakat dengan dikemas secara modern. Selain itu burger tahu tempe ini juga rendah kolesterol dibanding burger daging, dan harga yang lebih ekonomis," jelasnya.
Attya menerangkan, sebagai mahasiswa IBI Darmajaya yang berbekal ilmu teknologi dan bisnis, mereka juga mengembangkan usahanya dengan pemanfaatan teknologi informasi melalui Instagram dan blackberry messenger.
(Fakhri Rezy)