Untuk itu, lanjutnya, saat ini pemerintah akan memberikan pelatihan kepada tenaga kerja untuk meningkatkan kreatifitas dalam berbagai sektor. Pelatihan akan diberikan oleh pemerintah melalui lembaga pelatihan dan bekerjasama dengan swasta.
"Tidak mungkin diatas 18 tahun tidak punya keterampilan harus bersekolah dulu, formal dulu. Perlu pelatihan, produksi itu terakhir erat dengan produktivitas. Untuk itu perlu sertifikasi kompetensi," jelasnya.
Pelatihan ini nantinya diharapkan akan meningkatkan kreatifitas seluruh tenaga kerja di Indonesia. Selain itu, kebijakan ini nantinya diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia yang mayoritas merupakan lulusan SMP.
"Kalau dilihat dari 122 juta ada yang menganggur 7,5 juta. 68 persen hanya lulusan SMP ke bawah. Lulusan diploma dan sarjana hanya 9 persen," tegasnya.
(Fakhri Rezy)