Saat ini, kartu RFID telah terdistribusi untuk kendaraan operasional Dinas Kebersihan, sebanyak 2.500 kartu dan akan meningkat menjadi sedikitnya 6.000 kartu RFID untuk seluruh dinas Pemprov DKI Jakarta yang berlangganan BBM Pertamina.
Total Dinas Pemprov DKI Jakarta yang sudah berlangganan BBM Pertamina saat ini sebanyak 370 SKPD& UKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) dengan total anggaran sekitar Rp396,8 miliar per tahun.
"Penggunaan kartu RFID untuk Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta ini adalah milestone sebelum diperluas ke dinas-dinas lainnya," ungkap Toharso.
Secara keseluruhan Pertamina Retail telah menerbitkan sekitar 35.000 kartu RFID. Dengan jumlah SPBU COCO yang terus bertambah, diharapkan penggunaan kartu tersebut oleh para pelanggan B2B Pertamina Retail juga semakin meluas.[Baca juga: Pertamina Tambah 35% Pasokan BBM ke SPBU Mandailing Natal]
RFID adalah wujud teknologi digital dalam bentuk kartu yang saat ini telah banyak dipergunakan dalam bisnis e-money yang dikeluarkan oleh Bank. Dengan menggunakan RFID, konsumen akan mendapat beberapa kelebihan yaitu aman dalam penggunaan karena satu kartu hanya dipergunakan untuk satu kendaraan sesuai Nomor Polisi kendaraan tersebut, fleksibel karena adanya daily limit sistem dalam pengisian BBM, transparan dengan pelaporan penggunaan realisasi per periode, serta kontrol yang mudah, di mana pelanggan mendapatkan dua struk bukti pengisian BBM.
(Fakhri Rezy)