JEMBER – Seorang pasien miskin pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Jember ditolak oleh puskesmas akibat data BPJS Kesehatan miliknya dinyatakan telah meninggal dunia. Padahal, keadaan pasien kritis karena menderita penyakit sesak nafas dan segera membutuhkan pertolongan medis langsung.
Nasib malang tersebut dialami oleh Asruri (60) warga Jalan Gajah Mada Kecamatan Kaliwates, Jember. Pada Rabu (6/4/2016) dini hari, Asrusi terpaksa harus di evakuasi oleh warga ke instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Dokter Soebandi, Jember karena kondisinya yang kritis dan harus segera membutuhkan bantuan medis.
[Baca juga: Jokowi Batal Naikkan Iuran Kelas III BPJS Kesehatan]
Sebelumnya, Asruri terlantar dan tidak mendapatkan perawatan medis karena ditolak oleh puskesmas setempat. Meski merupakan warga pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun saat berobat ke puskesmas, dirinya ditolak dengan alasan KIS miliknya adalah kartu fiktif.
Pihak keluarga pun melaporkan pada kantor BPJS untuk melakukan konfirmasi mengenai kartu yang dimiliki. Namun, di sana keluarga Asruri mendapat pernyataan bahwa kartu yang dimiliki Asruri dinyatakan tidak aktif karena data BPJS menyatakan Asruri telah meninggal dunia. Tak hanya milik Asruri, kartu BPJS milik anak Asruri yang bernama Mohamad Zaenul Rozikin juga dinyatakan meninggal padahal anak tersebut masih hidup.