JAKARTA - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengaku pelaksanaan kredit pemilikan rumah (KPR) terbilang sulit.
Menurut Ketua Apersi Eddy Ganefo mengatakan, karena sulitnya pelaksanaan KPR tersebut maka para pengembang diakui Eddy harus menurunkan targetnya sebesar 50 persen. (Baca juga: Maraknya Rumah dengan Harga Terjangkau)
"Target tahun ini bisa nge-drop 50 persen karena begitu sulitnya pelaksanaan KPR sekarang ini untuk rumah subsidi," ujar Eddy kepada Okezone, Jumat (8/4/2016).
Eddy mengungkapkan, pihaknya akan mengevaluasi kembali target pembangunan yang dicanangkan pada tahun 2016 ini. Di mana Apersi menargetkan bakal membangun 100 ribu unit. (Baca juga: Berburu Rumah Terjangkau di Daerah Penyangga)
"Kita sendiri rencana 100 (ribu) tapi kita akan evaluasi karena tidak mungkin, banyak kebijakan pemerintah yang terlalu sulit tahun ini," pungkasnya.
(Rizkie Fauzian)