Jokowi Pertanyakan Simpang Siur Data Kemiskinan

Hendra Kusuma, Jurnalis
Selasa 26 April 2016 12:35 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, sejak awal menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia hingga saat ini tidak pernah disajikan data-data hasil sensus di semua sektor yang hasilnya akurat dan sesuai dengan data yang berada di lapangan.

Jokowi mencontohkan, seperti pada saat meminta data kemiskinan, hampir beberapa kementerian dan lembaga memiliki data-data yang satu sama lain berbeda-beda hasilnya. [Baca juga: Mensos yakin 2025 RI bebas orang miskin]

"Dari sejak masuk istana sampai sekarang kalau saya ingin misalnya data kemiskinan, Kemenkes ada, Kemensos ada, BPS ada, datanya? Berbeda-beda," kata Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Jokowi menyebutkan, salah satu kemenangan Indonesia dalam menegakan persaingan antar negara salah satunya adalah memiliki, mempunya data yang strategis, akurat dan berkualitas.

Menurut Jokowi, data dan informasi yang faktual, bermanfaat juga bisa mempengaruhi setiap kebijakan atau keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah. [Baca juga: Penduduk miskin Jabar turun 171 ribu orang]

"Sehingga setiap kita mengambil kebijakan, mengambil keputusan, baik di sini maupun di lapangan itu ada data dan informasi yang betul-betul bisa disampaikan, apa kejadiannya," tandasnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya