SURABAYA - Indonesia berpotensi menggunakan Yuan atau Renminbi (RMB) sebagai mata uang perdagangan dunia, setelah Bank Dunia memutuskan RMB menjadi salah satu mata uang internasional selain Dolar Amerika Serikat (USD).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur (Jatim) Benny Siswanto mengatakan, saat ini perdagangan internasional Indonesia lebih banyak didominasi China, Singapura, Jepang, Korea, dan Malaysia. Tertinggi adalah dengan China yang mencapai 23 persen. Penggunaan RMB dalam valuta asing (valas) saat ini masih kecil, yakni mencapai Rp120 miliar per hari atau hanya 0,1 persen dari keseluruhan mata uang internasional.
”Artinya ini potensi besar dan sebagai upaya lepas dari dominasi mata uang USD yang sering digunakan dalam perdagangan internasional,” katanya dalam acara sosialisasi RMB sebagai mata uang alternatif transaksi perdagangan internasional.
Dia menambahkan, penggunaan RMB juga sebagai persiapan karena mata uang tersebut mulai 1 Oktober mendatang, akan menjadi mata uang internasional yang tercatat di Bank Dunia menyusul dolar, euro, yen, dan renmimbi. Saat ini USD menguasai sekitar 87 persen transaksi global. Sedangkan di Indonesia, dolar menguasai 90 persen transaksi perdagangan.
”Jika kita ingin mengurangi dominasi dolar, perlu ada perubahan paradigma atau cara pandang terhadap RMB,” ujarnya.