Investor Diminta Waspadai Mata Uang China Yuan, Ada Apa Nih?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 320 2299497 investor-diminta-waspadai-mata-uang-china-yuan-ada-apa-nih-uaet1U5FDw.jpg Mata Uang China Yuan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para pelaku usaha diminta untuk bersiap diri dengan adanya volatilitas pada mata uang China yakni Yuan. Mata uang China yang dikenal sebagai renminbi, menguat sekitar 1% minggu ini terhadap dolar AS ke level yang tidak terlihat sejak Juli 2018.

Kurang dari lima bulan lalu, yuan berada pada titik terlemahnya terhadap greenback sejak awal 2008. Meskipun demikian berdasarkan titik tengah yang ditetapkan oleh bank sentral, Bank Rakyat China, Beijing telah mengizinkan pasar untuk memainkan peran yang lebih besar dalam nilai tukar.

Spokeswoman State Administration of Foreign Exchange Wang Chunying mengatakan, secara tersirat, volatilitas yuang dalam satu tahun naik menjadi 5%. Angka ini sedikit lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya yang kurang dari 2%.

Wang menambahkan, daripada mengharapkan penguatan atau pelemahan yuan satu arah, bisnis harus bersiap untuk pergerakan dua arah dalam nilai tukar, dan melakukan lindung nilai dengan tepat tanpa berspekulasi.

"Dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar, Bisnis harus memperkuat kesadaran pencegahan risiko mereka,"ujarnya mengutip dari CNBC, Senin (26/10/2020).

Baca Juga: Kini Transaksi Perdagangan RI-China Pakai Rupiah dan Yuan

Penentuan titik tengah harian yuan Tiongkok vs. USD (2008-2020)

Pada hari Jumat, titik tengah harian resmi yang ditetapkan oleh bank sentral adalah 6,6703 yuan versus dolar AS, dengan kenaikan lebih dari 4% versus greenback untuk tahun ini sejauh ini. Penguatan yuan baru-baru ini terjadi karena indeks dolar AS telah jatuh ke level terendah sejak awal September.

Sementara nilai tukar yuan versus greenback diikuti dengan seksama, para pejabat sebelumnya menekankan bahwa nilai mata uang lebih akurat dicerminkan oleh indeks yuan yang dikelola pemerintah versus sekeranjang mata uang. Cetak mingguan terbaru indeks dari 16 Oktober adalah yang tertinggi sejak Maret.

Ketika ditanya tentang prospek mata uang China, PBoC monetary policy Departemen Head Sun Guofeng mengatakan, bank sentral akan mempertahankan nilai tukar yang fleksibel dan stabil.

"Sedikit apresiasi dalam nilai tukar yuan adalah cerminan alami dari lintasan yang baik dari ekonomi (China)," kata Sun

Yuan China

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini