nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Transaksi Perdagangan RI-China, Renminbi Bisa Kalahkan Dolar AS?

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 14:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 27 278 2097202 transaksi-perdagangan-ri-china-renminbi-bisa-kalahkan-dolar-as-JnGLE7QpoT.jpg Renminbi Bisa Kalahkan Dolar AS? (Foto: Reuters)

JAKARTA - Sejak 1990-an, Pemerintah China menjadikan mata uang renminbi (RMB) sebagai salah satu mata uang pembayaran dan perdagangan internasional penting di dunia.

Tidak perlu disangsikan lagi, ada banyak manfaat yang akan diperoleh Indonesia sebagai mitra dagang China dari internasionalisasi RMB di tengah isu perlambatan ekonomi dunia, perang dagang antara China dan Amerika Serikat, dan masih dominannya mata uang dolar Amerika Serikat dalam perdagangan internasional antara Indonesia dan China.

Baca Juga: Ada Asuransi Bayar Pakai Mata Uang China, Ini Pertama di Indonesia

Namun demikian, belajar dari perjalanan panjang internasionalisasi RMB, keinginan para pelaku perdagangan internasional antara Indonesia dan China melihat RMB sebagai mata uang pembayaran dan perdagangan antar kedua negara, nampaknya juga membutuhkan kesabaran dan ketekunan.

"Ditengarai masih ada beberapa kendala dalam menggunakan RMB sebagai mata uang pembayaran di tengah prospek dan peluang yang besar dilihat dari segi kemudahan, keuntungan, dan kestabilan RMB yang akan diraih oleh para pelaku perdagangan international kedua negara," kata Managing Director Bank ICBC Indonesia Thomas Arifin dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

 Baca Juga: Mata Uang Yuan Diprediksi Makin Populer dalam Perdagangan RI-China

Sampai sejauh ini, pemerintah China terlihat terus mengejar tujuan jangka panjang membuat RMB sebagai mata uang global sejalan dengan kepentingan perekonomian China.

Pemerintah China berkeinginan kuat untuk menambah pengaruh dari RMB sebagai mata uang pembayaran, perdagangan, pembiayaan dan investasi. Namun demikian, perkembangan kesuksesan dan penguatan internasionalisasi RMB di ke empat area tersebut tidak selalu berjalan secara beriringan.

Dilihat dari kronologis statistik dan informasi, akan terlihat alasan kenapa saya sampaikan di awal presentasi bahwa dibutuhkan kesabaran dan ketekunan serta konsistensi dan persistensi dalam meraih keberhasilan perjalanan internasionalisasi RMB.

 Renmimbi

Porsi GDP China terhadap seluruh GDP dunia di tahun 2018 adalah sedikit diatas 17%, sementara itu prosentase RMB dalam aliran pembayaran internasional hanyalah sebesar 1,99% di bulan Juni tahun 2019.

Sedangkan Dolar Amerika Serikat dan Euro memiliki posisi yang berbeda. Porsi GDP Amerika Serikat terhadap seluruh GDP dunia di tahun 2018 adalah 25,85%, dan GDP negara-negara Eropa sedikit di atas 23,64%.

Sementara itu secara dominan Dolar Amerika Serikat menguasai 40,10% aliran pembayaran internasional di bulan Juni 2019 dan mengukuhkan diri sebagai mata uang paling banyak digunakan sebagai mata uang pembayaran internasional.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

Euro mengikuti dolar Amerika Serikat dengan 33,74% sebagai mata uang pembayaran internasional di bulan Juni 2019. Sebagai mata uang pembayaran, RMB sekarang menduduki peringkat ke-5 di belakang Dolar Amerika Serikat, Euro, Pound Sterling dan Yen.

"Penggunaan RMB sebagai mata uang perdagangan global telah memperoleh momentum kembali setelah mengalami penurunan di tahun 2016 dan 2017. Namun demikian, RMB belum kembali ke tingkat penggunaan 2,45% sebagai mata uang perdagangan global di tahun 2015," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini