”Dengan bertambahnya bank penyalur, diharapkan akan mempercepat realisasi penyaluran KUR tahun ini,” imbuh Braman.
Sementara, Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram menyatakan, sejak digulirkan pertama kali pada 2007, KUR sudah berkembang secara pesat. Dari sisi anggaran, apabila pada tahun 2007 hanya tersedia Rp27 triliun, kini sudah tersedia mencapai Rp100-120 triliun.
”Tingkat suku bunga juga terus bergeser hingga masuk ke single digit, yaitu 9 persen. Bahkan, rencananya, tahun depan akan turunlagi menjadi 7 persen,” kata Agus.
Tak hanya itu, eksistensi KUR juga melibatkan multisektor dan multidimensi yang melibatkan partisipasi mulai dari level presiden hingga pelaku usaha mikro dan kecil. Bank penyalur KUR pun tidak hanya bank milik pemerintah (BUMN) dan bank pembangunan daerah (BPD). Kini bank swasta pun sudah mulai turut menjadi penyalur KUR.
(Dani Jumadil Akhir)