Curhatan Pengusaha di Sumatera: Tak Adil, Listrik Dibawa ke Jawa Semua

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 01 Juni 2016 18:10 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Sering padamnya listrik di wilayah Sumatera telah membuat banyak pihak geram. Padahal dengan adanya kepastian pasokan listrik akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sana.

“Hampir setiap hari ada pemadaman bergilir di Sumatera Utara ini. Tanjung Morawa sana paling parah kondisinya. Hal ini bisa ditanyakan langsung kepada masyarakat Tanjung Morawa soal keadaan yang buruk terhadap listrik di Sumatera,” kata praktisi bisnis manufaktur di Sumatera, Frans Simatupang, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Menurut Frans, pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera amat tinggi jika dibandingkan kebutuhan listrik di Jawa. Pada 2015, kebutuhan listrik di Jawa hanya tumbuh 1,2 persen, sementara pertumbuhan kebutuhan listrik di Jawa 7 persen, menurut proyeksi pertumbuhan listrik di Sumatera tinggi 10 persen ada di Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan) dan 7 persen ada di Sumbagut (Sumatera Bagian Utara).

“Sumatera ini punya segala macam bahan mentah energi, seperti batu bara. Tapi ini kan ironis, daftar antrean tunggu daftar listrik di Sumatera ini sangat panjang, belum lagi antrean sektor usaha untuk mendaftar sampai berbulan bulan lamanya," jelas dia.

Frans prihatin karena pembangkit listrik di Sumatera Selatan malah mengaliri listrik lewat high voltage direct current (HDVC) atau kabel bawah laut bertegangan tinggi ke Jawa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya