Dia menjelaskan, dari sisi SDM PT Pelni telah melakukan perencanaan dengan mengharuskan semua pelaut PT Pelni memiliki sertifikat STCW atau standar of training certification and watchkeeping.
”Sekitar 60 persen pelaut kami sudah memiliki sertifikat STCW. Tahun ini semuanya sudah bisa memegang STCW,” ucap dia.
Dia menambahkan, saat ini PT Pelni tidak hanya fokus pada angkutan penumpang, melainkan juga melihat kondisi pasar. Salah satu fokus PT Pelni yakni melayani angkutan kargo dengan porsi sekitar 30 persen. Guna mendukung langkah tersebut, PT Pelni melakukan peremajaan beberapa kapal dan disesuaikan mengangkut kargo dan penumpang.
”Peremajaan kapal kami lakukan agar bisa mengangkut penumpang dan kargo. Hal itu dilakukan, melihat pertumbuhan penumpang trennya tidak mengalami kenaikan,” ungkapnya.
(Dani Jumadil Akhir)