Rapat Banggar Tetapkan Subsidi BBM Rp43,686 Triliun

Hendra Kusuma, Jurnalis
Kamis 16 Juni 2016 13:30 WIB
Ilustrasi : Okezone
Share :

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada APBN 2016 yang sebesar Rp43,686 triliun.

Kepala BKF Suahasil Nazara mengatakan, subsidi BBM ditetapkan lantaran adanya perubahan beberapa asumsi dasar. Seperti ICP yang menjadi USD40 per barel.

Suahasil menyebutkan, komponen subsidi BBM menjadi Rp43,686 triliun lantaran adanya perubahan subsidi tetap pada BBM jenis solar yang awalnya Rp1.000 per liter turun menjadi Rp500 per liter yang mulai berlaku pada 1 Juli.

"Maka subsidi jenis BBM tertentu Rp13,9 triliun," kata Suahasil di Ruang Rapat Banggar, Jakarta, Kamis (16/6/2016).

 [Baca juga: Pembahasan RAPBN-P Molor hingga 1 Jam]

Selanjutnya, kata Suahasil, komponen subsidi elpiji dengan asumsi elpiji yang tidak berubah atau tetap Rp25,2 triliun, maka total untuk subsidi BBM tertentu dan elpiji menjadi Rp39 triliun.

"Dengan adanya penambahan PPN, perkiraan minyak tanah 2015, maka dengan rencana carry over ke tahun berikutnya maka jumlah subsidi BBM 2016 adalah Rp43,68 triliun. Rencana subsidi BBM RAPBN-P 2016 Rp40,6 jadi Rp43,7 triliun," tambahnya.

Mengenai penerimaan, kata Suahasil, penerimaan migas menjadi Rp110 triliun usai ditetapkannya Indonesia Crude Price/ICP USD40 per barel. Mengenai lifting minyak ditetapkan pada RAPBNP 2016 sebesar 820 ribu barel per hari (bph), lifting gas bumi 1,15 juta bph, cost recovery USD8 miliar.

(Raisa Adila)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya