Selanjutnya, kata Suahasil, komponen subsidi elpiji dengan asumsi elpiji yang tidak berubah atau tetap Rp25,2 triliun, maka total untuk subsidi BBM tertentu dan elpiji menjadi Rp39 triliun.
"Dengan adanya penambahan PPN, perkiraan minyak tanah 2015, maka dengan rencana carry over ke tahun berikutnya maka jumlah subsidi BBM 2016 adalah Rp43,68 triliun. Rencana subsidi BBM RAPBN-P 2016 Rp40,6 jadi Rp43,7 triliun," tambahnya.
Mengenai penerimaan, kata Suahasil, penerimaan migas menjadi Rp110 triliun usai ditetapkannya Indonesia Crude Price/ICP USD40 per barel. Mengenai lifting minyak ditetapkan pada RAPBNP 2016 sebesar 820 ribu barel per hari (bph), lifting gas bumi 1,15 juta bph, cost recovery USD8 miliar.
(Raisa Adila)