Filosofi 'Rumah Kebaya' Adat Betawi

, Jurnalis
Jum'at 24 Juni 2016 06:51 WIB
Share :

Affan Banon Dirga, Masyarakat Betawi Condet mengungkapkan mengapa makam berada di samping rumah, yaitu agar pihak keluarga yang masih hidup akan sebuah kematian.

“Jadi, ketika membuka jendela kamar, pemandangan pertama yang dilihat adalah makam. Selain itu, dengan adanya makam, sanak saudara yang tidak tinggal di rumah tersebut bisa berziarah tanpa harus menempuh jarak jauh,” katanya.

Namun, seiringnya perkembanga zaman dan lahan yang kian terbatas, tradisi menyimpan makam di dekat rumah sudah mulai ditinggalkan.

Rumah Kebaya memiliki dinding rumah yang terbuat dari panel-panel yang dapat dibuka dan digeser-geser hingga ke tepi. Tujuannya agar rumah terasa lebih luas. Selain itu, sirkulasi udara pun akan terjadi tanpa sekat.

Bedah Rumah Kebaya

Berbeda dengan konsep Rumah Joglo yang memiliki enam bagian, ditinjau dari sifatnya Rumah Kebaya dibedakan menjadi 2 bagian.

Mereka membagi rumah untuk semi publik (umum) dan pribadi. Area semi publik terletak pada bagian depan seperti teras dan ruang tamu. Kedua ruangan tersebut bisa leluasa datang dan duduk.

Sedangkan, untuk area pribadi terletak di belakang seperti ruang makan, kamar tidur, dapur, dan pekarangan belakang. Area ini hanya boleh dilihat oleh orang-orang dekat dari pihak pemilik rumah.

Rumah Kebaya juga memiliki kamar tamu, yang disebut paseban. Kamar ini didesain indah untuk menghormati tamu yang menginap.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya