Filosofi 'Rumah Kebaya' Adat Betawi

, Jurnalis
Jum'at 24 Juni 2016 06:51 WIB
Share :

Pintu diberi ukiran. Tepi atap diberi renda seperti kebaya. Jika tamu tidak ada, paseban ini juga bisa menjadi tempat ibadah.

Material Atap: Atap rumah ini menggunakan material genteng atau atep (daun kirai berbentuk anyaman). Konstruksi kuda-kuda dan gording (balok induk yang bertugas menahan elemen struktur rangka atap) menggunakan kayu gowok atau bisa juga menggunakan kayu kecapi.

Balok tepi, terutama di atas dinding luar menggunakan kayu nangka yang sudah tua. Kaso (balok kayu dibuat dengan ukuran 4cm x 6cm atau 5cm x 7cm yang berfungsi sebagai dudukan reng) dan reng (balok kayu dengan ukuran 2cm x 3cm atau 3cm x 4cm.

Setiap reng menggunakan bambu tali, yakni bambu yang batangnya (setelah dibelah-belah) dapat dijadikan tali. Diameter bambu untuk kaso adalah 4cm. Sedangkan untuk reng adalah bambu yang dibelah.

 

Material dinding: material yang digunakan adalah kayu gowok atau kayu nangka. Material tersebut diterapkan pada dinding depan.

Selanjutnya dicat dengan dominasi warna kuning dan hijau. Dinding-dinding lainnya menggunkan bahan anyaman bambu dengan atau tanpa pasang bata di bagian bawahnya.

Jika Anda lihat pada daun pintu atau jendela terdiri dari rangka kayu dengan jalusi horizontal. Jalusi adalah pintu yang memiliki lubang udara pada pintu yang membuat sirkulasi udara tetap terjaga dalam ruangan yang tertutup seperti kamarmandi.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya