Bangunan Bersejarah Peninggalan Arsitek Zaman Kolonial Hindia Belanda

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis
Sabtu 09 Juli 2016 09:22 WIB
Hotel des Indes (Foto: Wikipedia)
Share :

JAKARTA - Ir FJL Ghijsels adalah seorang arsitek terkemuka di zaman kolonial Hindia Belanda. Pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur pada 8 September 1882 ini dipercaya oleh pemerintah untuk merancang bangunan-bangunan vital lagi bergengsi. Bukan hanya di Batavia Jakarta sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga di beberapa kota lain seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Bangunan-bangunan yang diarsiteki oleh Ghijsels di Jakarta antara lain Gedung Stasiun Kereta Api Kota, Gedung Bappenas, Rumah Sakit Pelni, Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Hotel des Indes, dan Gedung KPM (Koninklijke Paketvaard Maatchappij, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia pada eranya, sekarang sebagai Kantor Dirjen Perhubungan Laut). Di Bandung seperti Gedung Merdeka (tempat konferensi Asia Afrika 1956) dan Rumah Sakit Hasan Sadikin, di Yogyakarta seperti Rumah Sakit Panti Rapih, di Surabaya seperti Kantor Gubernuran, dan masih banyak lagi.

[Baca Juga: Megaproyek Hitler Membangun Ulang Berlin]

Hingga saat ini bangunan-bangunan tersebut sebagian besar masih berdiri kokoh dan berfungsi meski berusia sekitar satu abad. Ghijsels sendiri wafat pada 1947 dalam usia 65 tahun setelah berkarya selama 19 tahun (periode 1910-1929).

Bisa dikatakan, dalam merancang suatu bangunan Ghijsels mengikuti petuah dari Vitruvius, seorang arsitek Romawi Kuno, bahwa kaidah dasar karya arsitektur haruslah memenuhi tiga unsur, yaitu utilitas (fungsi atau kegunaan), firmitas (konstruksi atau kekokohan), dan venusitas (estetika atau keindahan).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya