JAKARTA - Mulai meningkatnya ancaman terorisme di beberapa daerah membuat pemerintah gencar meningkatkan keamanan. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang bulan Juni lalu terjadi kenaikan impor bom dan kebutuhan perang lainnya seperti peluru dan granat dibandingkan bulan Mei 2016.
"Juli naik banyak dari Mei. Kalau banyak kasus teroris itu juga bagian dari persiapan," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, saat ditemui di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/7/2016).
Menurut Sasmito, terdapat dua negara pengimpor terbesar bagi persiapan keamanan di Indonesia. Kedua negara tersebut adalah Brasil dan Korea Selatan (Korsel). Impor ini sebagian besar dilakukan oleh pemerintah.
"Impor bom, peluru, granat dari Korsel dan Brasil. Sebenarnya banyak lagi, tapi yang terbesar dari dua negara," jelasnya.
[Baca juga: Neraca Perdagangan RI Surplus USD900,2 Juta Selama Ramadan]