Pasar Perumahan Komersil Alami Penurunan

Agregasi Kabar Cirebon, Jurnalis
Sabtu 30 Juli 2016 14:48 WIB
Ilustrasi
Share :

CIREBON - Hampir sebagian besar pengembangan perumahan di Wilayah Cirebon, Jawa Barat, merasakan adanya penurunan pasar perumahan komersil. Mereka menyatakan, untuk pasar perumahan komersil benar anjlok hingga 70-80 persen.

“Ini hampir dirasakan pada sebagian besar daerah penyuplai rumah komersil. Tidak hanya, di daerah-daerah besar tanah air, di Wilayah Cirebon, untuk pasar rumah komersil juga sekarang ini turun hingga 80 persen,” kata Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Estate Komisariat Wilayah Cirebon, Wawan Setiawan, seperti dikutip dari Kabar Cirebon.

Penurunan yang paling dirasakan kalangan pengembang terjadi pada segmen rumah menengah atas dengan harga di atas Rp300 jutaan.

“Kebutuhan rumah pada segmen ini, sebenarnya masih cukup tinggi. Namun, karena tingginya uang muka (Down Payment/DP), selain ketatnya aturan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kebutuhan rumah akan sulit terpenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, jika kalangan pengembang mampu memasarkan 2-3 unit rumah komersil dari 8-9 lokasi perumahan, itu sudah terbilang untung.

“Kami memang sangat sulit dapat menghitung berapa jumlah rumah sudah terpasarkan sampai dengan akhir tahun ini. Yang pasti, bila pun pengembang dapat menjual 1-2 rumah dari 9 lokasi itu bisa dikatakan masih bisa beruntung,” tuturnya.

Sementara, terkait rencana Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan Loan To Value (LTV) atas KPR. Menurutnya, dengan kebijakan ini, uang muka atau Down Payment KPR tentunya dapat meringankan konsumen.

“Yah tentu kami menyambut baik adanya rencana tersebut. Namun, pada satu sisi, ini juga tidak akan langsung direspon pasar perumahan. Akan tetapi dibutuhkan waktu dalam meningkatkan kembali pasar perumahan komersil,” kata dia.

(Fransiskus Dasa Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya