Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Industri Rotan dan Batik Alami Stagnasi Regenerasi Perajin

Agregasi Kabar Cirebon , Jurnalis-Jum'at, 15 April 2016 |13:40 WIB
Industri Rotan dan Batik Alami Stagnasi Regenerasi Perajin
foto: KC Online
A
A
A

CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon harus segera membuat terobosan baru di industri rotan. Sebab, industri yang mulai bangkit dari keterpurukan ini sedang mengalami stagnasi regenerasi.

Saat ini, dari 1.300 industri rotan yang tersebar memiliki 50 ribu tenaga kerja. Sayang, dari 50 ribu tenaga kerja ini hanya sedikit saja yang memiliki keterampilan khusus. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan pasar tak hanya barang rotan yang sederhana saja yang dibuat, melainkan juga barang rotan yang memiliki estetika. Untuk itu, Kabupaten Cirebon membutuhkan desainer rotan.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon, Supardi mengatakan, meski belum maksimal tapi saat ini industri rotan sedang mengalami kebangkitan.

“Peningkatan industri baru 2-3 persen saja. Harusnya ini dibarengi oleh ketersediaan tenaga kerja yang bukan hanya sekadar terampil menganyam rotan saja,” kata Supardi kepada KC Online, Kamis (14/4/2016).

Saat ini, kapasitas produksi dari 1.300 industri rotan di Kabupaten Cirebon mencapai 1.500-2.000 kontainer per bulan. Dibutuhkan sekitar 30 pekerja untuk satu industri saja, dari 30 pekerja ini dibutuhkan di antaranya bukan hanya pekerja biasa.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement