Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musim Pancaroba, Petambak Udang Rugi Puluhan Juta

Agregasi Kabar Cirebon , Jurnalis-Minggu, 17 April 2016 |15:57 WIB
Musim Pancaroba, Petambak Udang Rugi Puluhan Juta
foto: KC Online
A
A
A

CIREBON - Musim pancaroba berdampak buruk bagi petambak udang vaname. Mereka pun terpaksa panen dini lantaran banyak udang yang diternaknya itu mati mendadak.

Informasi yang dihimpun KC Online, kondisi itu merata dialami para petambak udang di wilayah Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Karena kondisi itu, mereka merugi puluhan juta rupiah karena hasil panen yang turun mencapai 70 persen.

“Usia panen seharusnya 60 hari atau lebih. Namun dengan kondisi kematian udang tinggi. Mau tidak mau meski belum usia panen, terpaksa udang-udang yang tersisa harus dipanen,” kata Suganda, salah seorang pemilik tambak udang di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan.

Kematian mendadak udang yang baru setengah usia panen, diduga terjadi karena faktor cuaca. Cuaca tidak menentu akibat musim pancaroba yang ditandai dengan panas menyengat dan hujan yang turun tiba-tiba. Sehingga, menyebabkan udang yang berusia 30 hari sampai 40 hari, stres dan akhirnya banyak yang mati. Bahkan ada yang baru ditanam benih, sudah mati.

Dikatakannya, dengan kematian tinggi dan usia dini menyebabkan petani merugi dan terjadi penurunan panen. Menurutnya, untuk satu hektare lahan tambak yang ditanam sampai 150.000 benih udang, seharusnya bisa menghasilkan sampai 1 ton udang.

“Namun akibat panen dini dan kematian mendadak itu, paling banyak hanya bisa panen 400 kg sampai 500 kg udang,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, harga jual udang di tingkat petani dengan usia pemeliharaan 40 hari sebesar Rp 37.500 per kg. Diakuinya, petani tambak sebenarnya menyadari akan risiko kegagalan memelihara udang. “Dari pada lahan tambaknya menganggur kan lebih baik dimanfaatkan. Meski dengan resiko gagal panen,” paparnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement