CIREBON - Keberadaan jalan tol Transa Jawa, yang mulai tembus hingga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dianggap mengancam dunia usaha perhotelan dan pariwisata di wilayah Cirebon, Jawa Barat.
Dikhawatirkan, keberadaan tol tersebut akan membuat Cirebon hanya menjadi kota perlintasan saja.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki mengungkapkan, kekhawatiran terhadap operasional tol ini terlihat dari tingkat hunian kamar sebelum lebaran lalu yang cukup rendah, bahkan tidak mencapai 50 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut menurun dibanding tahun lalu yang umumnya tingkat hunian hotel sudah terlihat sejak sebelum lebaran. Meski begitu, pengoperasian jalur tol tersebut juga membantu para pengguna jalur pantura untuk lebih cepat mencapai kota tujuan.
“Salah satunya karena tol yang terintegrasi sampai Brebes Timur, jadi pemudik hanya melintas Cirebon. Kalau tahun kemarin kan pemudik keluar Tol Cipali dari Palimanan jadi banyak yang singgah di Cirebon,” katanya, seperti dikutip dari Kabar Cirebon.
Ia mengatakan, pada momen arus mudik tahun ini, pemudik memilih beristirahat setelah keluar dari Tol Brebes. Sehingga, okupansi hotel di kawasan Tegal pun meningkat dengan signifikan.
Pihaknya mengaku, semakin khawatir jika Tol Brebes-Semarang selesai dibangun dan beroperasi. Sebab, dengan dibangunnya jalur tol tersebut para wisatawan hanya akan melewati Cirebon dan memilih berkunjung ke kota lainnya.