Pasokan Terbatas, Penyerapan Pusat Perbelanjaan di Jakarta Stabil

Fhirlian Rizqi Utama, Jurnalis
Rabu 24 Agustus 2016 18:10 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Pusat perbelanjaan masih belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di semester I-2016, akibat bayang-bayang melemahnya tingkat pengeluaran konsumen.

Meski begitu, menurut Head Ritel Departement Savills Indonesia Rosaline Lie, penyerapan ruang ritel di Jakarta masih berada dalam batas positif sekira 42.000 meter persegi. (Baca juga: Harga Sewa Ruang Ritel di Jakarta Merangkak Naik)

"Tingkat vacancy turun artinya tingkat hunian mal semakin naik sedikit sekira 92 persen. Kategori upper dan middle up memang masih menunjukkan aktivitas walau tidak signifikan," kata Rosaline, di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Dia mengaku hingga saat ini pembangunan mal masih sangat tebatas. Pasokan hingga pertengahan tahun hanya sekira 25.000 meter persegi. (Baca juga: Aktivitas Ritel Masih Didominasi Gerai Makanan-Minuman)

Terbatasnya pasokan itu membuat tingkat kekosongan mal menjadi rendah. Namun Rosaline memperkirakan pasokan baru akan mulai meningkat secara gradual dalam beberapa tahun ke depan sehingga berpotensi menekan pertumbuhan tingkat hunian.

"Akan tetapi diperkirakan juga potensi penurunan tingkat hunian tidak signifikan harga sewa juga masih akan stabil," pungkasnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya