Gajah Tunggal Tarik Produksi 196 Ribu Ban

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Selasa 27 September 2016 14:17 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Produsen ban, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mengklaim telah melakukan penarikan peredaran secara sukarela (voluntary recall) atas 196.926 ban miliknya atau setara 1,2 persen dari total volume penjualan perseroan ke Amerika Serikat selama periode April 2014 hingga September 2016. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.

Direktur GJTL Catharina Widjaja mengatakan, pada 22 September 2016 perseroan melaporkan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di Amerika Serikat tentang penarikan peredaran secara sukarela tersebut.

”Jenis dan ukuran ban yang ditarik khusus dipasarkan untuk pasar Amerika Serikat dan Kanada," ujarnya.

Adapun kejadian ini tidak mempunyai dampak material terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan. Tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan di kisaran 10 persen hingga 15 persen seiring dengan kontribusi ekspor yang ditingkatkan menjadi 50 persen dari total penjualan tahun 2016.

Christopher Chan, Presiden Direktur Gajah Tunggal pernah mengatakan, ada beberapa indikasi yang membuat pihaknya optimistis membukukan pertumbuhan yang dipatok double digit tersebut. Pertama, kebijakan pemerintah yang menggenjot pembangunan sektor infrastruktur.

“Hal itu dinilainya akan berimplikasi pada sektor otomotif, sebagai pasar produsen ban kendaraan bermotor tersebut.” ujarnya.

Kedua, kecenderungan anjloknya harga komoditas khususnya karet alam sebagai bahan baku utama. Di sisi lain, bahan baku itu pun saat ini hingga lebih dari 90 persen bisa didapatkan dari pemasok lokal. Ketiga, pihaknya pun meningkatkan kontribusi ekspor dari sekitar 42 persen lebih pada tahun lalu menjadi 50 persen pada tahun ini. Optimisme Christopher untuk meningkatkan kontribusi ekspor cukup beralasan.

Saat ini, 70 persen dari total ekspor emiten bersandi saham GJTL tersebut diserap pasar Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu mengeluarkan regulasi yang menguntungkan pemasok ban dari luar negeri, dengan tujuan menghambat konsumsi ban asal China.

“Kami punya target pertumbuhan tahun ini sebanyak 10 persen hingga 15 persen untuk penjualan. Kebijakan pemerintah untuk infrastruktur bagus dan row material sudah banyak di sini dan kami ingin tingkatkan ekspor dengan mengambil peluang di Amerika Serikat,” kata Christopher.

Di sisi lain, lanjut dia, optimisme mencatatkan pertumbuhan semakin kuat dengan melihat hasil kinerja kuartal I-2016 yang cukup baik. Pada periode tersebut, perseroan membukukan penjualan bersih Rp3,43 triliun dengan laba bersih Rp337,80 miliar. Raihan revenue tersebut naik sekitar 10,5 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,07 triliun. Adapun pada triwulan pertama tahun lalu perseroan menderita rugi bersih Rp290,22 miliar.

“Kami pun optimistis tahun ini bisa mencetak laba,” tegasnya.

Sementara itu untuk ekspor pada kuartal I-2016 nilainya tercatat Rp1,47 triliun atau setara 42,86 persen dari total penjualan. Sedangkan raihan ekspor pada periode Januari-Maret 2015 jumlahnya sebesar Rp1,27 triliun atau 41,3 persen dari total revenue pada masa itu.

Jika berkaca pada kinerja keuangan sepanjang tahun lalu, perseroan membukukan penjualan bersih Rp12,97 triliun dengan rugi bersih sebesar Rp313,32 miliar. Pada 2015 pendapatan perseroan dari pasar luar negeri mencapai Rp5,53 triliun atau setara 42,68 persen dari total penjualan.

Perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD80 juta di 2016. Rencananya dari dana tersebut sebagian besar akan difokuskan untuk memproduksi ban dengan jenis Truck&Bus Radial (TBR). Kata Christopher, jenis ban TBR akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya